Maizarwin Ismail, SH.M.AD : BAP Klien Saya ‘Atri” Kades SKH Tidak Jelas

Uncategorized88 Dilihat

Penahanan Kades Siulak Kecil Ilir, Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi, oleh Kejaksaan Negeri Sungai Penuh saat ini mulai menuai polemik. Sabtu, 18/11/2023.

Atri Arga (42) tersangka oleh pihak Kejaksaan Negeri Sungai Penuh dan saat ini ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Lapas Kelas II B  Sungai Penuh.

Penahan Atri Arga dianggap melakukan Tindak Pidana Korupsi berupa SPJ fiktif serta dana Bumdes sepertinya tidak berdasarkan fakta lapangan dan terkesan disinyalir  adanya unsur kesengajaan di kriminalisasi pihak berkepentingan ingin jadi Kades di Siulak Kecil Hilir.

dikutip informasi dihimpun Siasatinfo.co.id, Sabtu (18/10/2023) dari Advokat, Maizarwin Ismail, SH.M.AD. (Ketua DPW PERADIN JAMBI) itu menyebutkan bahwa penahanan terhadap Atri Arga selaku Kades oleh penyidik Kejaksaan Negeri Sungai Penuh sangat janggal dan tidak sesuai fakta hukum.

“Penahanan terhadap Atri Arga dinilai sangat janggal, kalau dilihat dari sisi mata hukum. Sebab, kasus dugaan korupsi terkait masalah Dana Desa tahun 2021 dituduhkan tim penyidik sudah tidak ada kerugian uang daerah di timbulkan. Ada indikasi bahwa klien sengaja dikriminalisasi oleh pihak ketiga yang sengaja merekayasa laporan, malah tidak melalui kepolisian.

Advokat, Maizarwin Ismail, SH.M.AD. Ketua DPW PERADIN Jambi juga mengatakan bahwa kleinnya sudah memenuhi pengembalian temuan ke Kas negara.

“Sesuai aturan pengelolaan uang desa, adapun temuan pengunaan keuangan desa, Atri sebagai klien saya sudah memenuhi pengembalian temuan,”ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Maizarwin.SH, selain sudah mengembalikan temuan Tim Inspektorat, dilengkapi bukti rekening koran dan Inspektorat sudah mengeluarkan TL (Tindak Lanjut) pihak berwenang di Kabupaten Kerinci, berarti tidak ada kasus yang dibebankan ke Kades.

“Jika sudah ada bukti pengembalian temuan berupa rekening koran, tentu sesuai aturan dan mekanisme, pihak Inspektorat berani mengeluarkan surat TL yang ditandatangani Kepala Inspektorat. Dan juga berdasarkan apa pihak penyidik Kejaksaan Negeri Sungai Penuh berani menahan dan menjadikan Atri Arga tersangka “Sebutnya.

Maizarwin Ismail, SH.M.AD juga mempertanyakan item apa saja yang ditersangkakan terhadap kleinnya, sebab kliennya sudah lebih 20 hari ditahan BAP tidak jelas.

“Kita mau tau apa saja item – item yang disangkakan dengan klien saya. Ini klien saya sudah lebih 20 hari ditahan kejaksaan, tapi BAP nya tidak jelas dan kami belum menerima,”ungkap Mayzarwin Kuasa Hukum Atri Arga.

Diketahui, Penyidik Kejaksaan Negeri Sungai, Selasa (24/10/2023)menyatakan dan melakukan penahanan terhadap Atri kades Siulak Kecil Hilir didepan media massa bahwa tersangka ditahan karena kasus dugaan korupsi Dana Desa tahun anggaran 2021 digadang-gadangkan merugikan uang Desa sebesar Rp 650 juta.

Dan ini diakui Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sungai Penuh Alex Hutauruk kepada awak media saat itu, bahwa Kepala Desa Siulak Kecil Hilir telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan, sebagaimana pernyataannya di depan wartawan saat itu.

“Atri ditahan dalam kasus korupsi Dana Desa tahun 2021 dengan kerugian negara Rp 650 juta,” ungkapnya.

Aneh lagi, untuk kasus ini Penyidik Kejaksaan Negeri Sungai Penuh telah memeriksa 45 Orang Saksi dan 2 Saksi ahli, yang perlu dipertanyakan kemana legalitas hasil pemeriksaan APIP (Aparat Pengawasan Interen Pemerintah). sementara Kajari Sungai Penuh Antonius Despinola belum bisa dimintai keterangannya terkait fakta penahanan Kades Siulak Kecil Hilir. (Tim Red)

BAGIKAN :
Writer: TeamEditor: Depati Doni Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *